Ditemukan! Laba-laba Beracun Sebesar Wajah Manusia di Srilanka

|| || || Leave a komentar
Liputan6.com, Sri Lanka : Baru-baru ini ditemukan laba-laba jumbo atau tarantula yang berbisa jenis baru di Sri Lanka. Sebuah spesies serangga baru itu berukuran sekitar 25 cm atau sebesar wajah manusia dewasa.

"Tarantula itu memiliki panjang kaki 20 cm, dengan corak khas berwarna kuning pada kaki dan merah muda di sekitar tubuh mereka," kata seorang ilmuwan seperti ditulis News.com.au Kamis (4/4/2013).

Para ilmuwan dari Pendidikan Keanekaragaman Hayati dan Penelitian (BER) organisasi Sri Lanka itu menemukan serangga melata berbulu tersebut di sebuah bangunan rumah sakit, tempat markas dokter saat perang di bagian utara Mankulam Sri Lanka.

Arakhnida --bahasa latinnya tarantula-- itu pun diberi nama Poecilotheria Rajae. Nama itu diberikan untuk menghormati Michael Rajakumar Purajah, seorang pejabat senior polisi yang memimpin tim penelitian melalui hutan yang berbahaya.

Ilmuwan tersebut juga mengatakan, hewan yang hidup berkelompok itu sepertinya memiiki hubungan dengan jenis laba-laba Amerika Selatan pemakan burung yang diklaim sebagai laba-laba terbesar didunia. Spesies itu pertama kali terlihat pada Oktober 2009.

6 Foto Militer Iran dan Korea Utara yang Terbukti HOAX!

|| || || Leave a komentar

Beberapa cara dilakukan oleh negara-negara yang penuh kontroversi seperti Iran dan Korea Utara untuk menarik perhatian dunia. Dan tercatat beberapa upaya yang mereka lakukan memang berhasil memancing atensi internasional.

Kebanyakan upaya yang mereka lakukan adalah dengan menonjolkan kekuatan militer negara mereka melalui media. Sempat diliput dan menjadi headline beberapa surat kabar internasional, ternyata mereka harus menanggung malu karena apa yang sudah mereka perlihatkan terbukti hoax.

Berikut 6 arsip foto yang terbukti hoax dari kedua negara yang sempat membuat heboh media-media dunia: 
1. Uji Misil Iran (2008)
 Mungkin yang terheboh dari semua foto. Sempat menjadi headline di beberapa media internasional, ternyata peluncuran roket ini terbukti direkayasa dengan software. Cukup hanya dengan copy paste, roket yang tidak pernah benar-benar mereka miliki menjadi suatu berita yang intimidatif.

2. Pesawat Tanpa Awak Iran (2012)
 Foto ini ternyata sangat mirip dengan foto pesawat tanpa awak dari Universitas Chiba, Jepang. Popsci bahkan mengatakan ini adalah pekerjaan seorang editor yang malas.

 3. Pesawat Stealth Iran (2013)
 Diungkap oleh Gizmodo, gambar ini kabarnya menggunakan gambar background yang didownload dari sebuah situs wallpaper gratis hanya untuk menunjukkan kalau pesawat stealth Iran, Qaher 313 bisa terbang.

 4. Foto Kim Jong Il (2008)
 Ini adalah balasan Korea Utara ketika dunia mempertanyakan kesehatan Kim Jong Il yang kabarnya semakin memburuk. Media di sana merilis foto Kim Jong Il bersama dengan pasukannya, berdiri seolah-olah dia masih gagah sebagai seorang diktator. Sayangnya si editor foto lupa untuk menambahkan garis tangga di belakang kaki Kim.

 5. Pemakaman Kim Jong Il (2011)
 Mungkin sebelum meninggal, Kim Jong Il telah menyuruh beberapa orang kepercayaannya untuk membuat pemakamannya tampil sesempurna mungkin. Hasilnya? Sebuah foto hasil Photoshop yang menampilkan betapa teraturnya orang-orang yang hadir di pemakamannya.

 6. Foto Angkatan Laut Korea Utara (2013)

 Foto ini juga merupakan hasil editan. Tampak arak-arakan beberapa hovercraft milik militer Korea yang sedang menuju pantai.

Kedua negara ini tampaknya lebih memilih menghemat budget militer mereka dengan mendatangkan para prajurit-prajurit Photoshop. Indonesia, ingin coba?

Sumber

Inilah Cara Orang Jepang Menghemat Pengeluaran Makan-Minum

|| || || Leave a komentar
WELCOME TO MY POSTING 

 Jakarta - CNBC mencantumkan tiga kota di Jepang dalam daftar 'World’s Most Expensive Places to Live 2012'. Tokyo, Osaka, dan Nagoya berturut-turut menempati peringkat satu, tiga, dan sepuluh. Tak hanya tempat tinggal, kendaraan pribadi, dan tempat parkir yang harganya selangit. Makanan dan minumannya juga mahal.

Hal ini tak hanya dirasakan oleh wisatawan luar negeri, melainkan juga oleh penduduk setempat. Untuk bisa bertahan hidup, mereka harus sangat berhemat. Berdasarkan informasi yang dilansir situs Rocket News 24 (18/10/12), pengeluaran rata-rata untuk makan siang, minum-minum, camilan, dan keperluan sehari-hari turun hampir 50% dalam 20 tahun.

Dulu, mereka naik taksi secara rutin dan kadang bersantap di luar sampai enam kali sebulan. Namun, kini mereka hanya makan malam di restoran 1-2 kali per bulan. Untuk transportasinya, mereka mengandalkan kereta.

Pakar budget Yoko Hanawa dari Yahoo! Jepang memberikan trik mengatur keuangan bagi Anda yang berencana tinggal lama di Jepang. "Akhir-akhir ini, orang-orang membawa tempat minum pribadi," katanya. Dengan demikian, mereka terhindar dari keperluan membeli soft drink dari minimarket dan vending machine.

Rata-rata minuman botol berharga 120 yen (sekitar Rp 14.500). Jika setiap hari kerja mereka membeli satu botol, berarti uang yang dikeluarkan untuk minum saja setahun bisa mencapai 36.000 yen (Rp 4,4 juta). "Hal kecil saja bisa membuat perubahan besar kan?" ujarnya.

Karena itulah, penjualan botol minum di Jepang marak. Berbagai ukuran dan desain botol minum tersedia di toko-toko pada beberapa tahun terakhir. Apalagi penggunaan botol minum berulang kali lebih ramah lingkungan dibanding botol plastik sekali pakai.

Bagaimana dengan anggaran makan dan sosialisasi? "Banyak anak muda membatasi pengeluaran makan siang sehari-hari. Mereka juga mengontrol jumlah uang yang dipakai untuk minum-minum bersama kolega. Namun hal ini bisa merugikan bagi kita," ucap Hanawa.

Menurutnya, mengandalkan junk food murah setiap hari dapat membahayakan kesehatan kita. Di lain pihak, jika kita di meja kantor saja menyantap bekal sementara yang lain ke luar makan, risikonya kita terkucil diri dari pergaulan dan kehilangan informasi penting.

"Apa gunanya menabung setiap hari kalau kita membuat diri sendiri sakit karena terlalu sering mengonsumsi garam, karbohidrat, dan lemak?" kata Hanawa. Lagipula, kalau kita sakit, siapa yang mau bersimpati atau mengerjakan tugas kita di kantor kalau kita tak lagi bergaul dengan mereka?

Makanya, Hanawa menyarankan, seimbangkanlah penghematan dengan kehidupan sosial. "Makan siang di luar dua kali seminggu, lalu bawa bekal di lain hari. Namun, jangan terlalu kejam pada diri sendiri sampai berakibat negatif pada kesehatan," jelasnya.

Untuk menghemat pengeluaran belanja atau makan di luar, pakailah kartu anggota tempat yang sering didatangi. Biasanya kartu ini disediakan gratis. Andapun bisa mengumpulkan poin yang nantinya bisa ditukarkan dengan barang yang dibutuhkan.